JENIS TANAMAN HIAS GANTUNG


Sedum morganianum (kaktus anggur)
Jenis tanaman hias ini sanagt menyukai sinar matahari dan tidak menyukai air, sehingga penyiraman dilakukan minimal 2 hari sekal

TANAMAN HIAS GANTUNG Bowie volubilis ( bawang rambat)                                                                                                          
                               
Jenis tanaman hias ini termasuk keluarga bawang-bawangan, tanaman ini dapat tumbuh subur di daerah dataran sedang hingga dataran tinggi.

Tanaman hias ini dapat tumbuh optimal di dataran tinggi dan sangat menyukai sinar matahari. Tanaman hias ini cukup di siram sekali dalam satu hari. Tanaman hias ini memiliki bunga yang sangat indah berwarna ungu mencolok.



Portulaka adalah salah satu jenis tanaman hias yang menyukai sinar matahari dan selalu berbunga sepanjang tahun. Tanaman hias ini tumbuh secara menjalar dan bila digunakan sebagai tanaman hias gantung, bunganya akan mekar sepanjang tahun secara menjalar, sehingga terlihat lebih indah.


Zygocactus merupakan salah satu tanaman hias yang menyukai sinar matahari dan kelembapan tinggi. Tanaman hias ini tidak dapat tumbuh secara cepat, akan bila waktunya berbunga, dapat berbunga secara serempak sehingga terlihat sangat mempesona.


Tanaman hias ini kurang menyukai sinar matahari, meskipun begitu tanaman hias ini memiliki bentuk yang sangat unik. Apabila digunakan sebagai tanaman hias gantung, lebih cocok diletakkan di teras belakang rumah yang lebih teduh dari sinar matahari.


Tanaman hias ini memiliki warna bunga yang bermacam-macam, mulai dari merah tua, merah muda, kuning dan orange. Tanaman hias ini tergolong mudah perawatannya dan cukup di siram 1 kali sehari.

Tanaman hias ini memiliki bentuk mirip seperti janggut dan tidak membutuhkan pot untuk menanamnya, cukup di ikatkan pada kayu atau kawat yang dibentuk menggantung , tanaman ini akan tumbuh memanjang hingga akhirnya akan menjuntai ke bawah, sehingga cocok digunakan sebagai pagar.

read more

PESONA BUNGA ANGGREK HUTAN


Perburuan anggrek hutan tropis basah dataran rendah terutama di pegunungan Meratus begitu hebat, menyusul booming bisnis tanaman hias di Indonesia akhir-akhir ini. Hal ini memicu munculnya para pedagang tanaman hias dadakan. 

Siapa yang tidak terpana dan tegiur dengan kemolekan anggrek hutan, apalagi dari berbagai jenis anggrek hutan ini sekarang diperdagangkan dengan mudah sehingga semua pecinta anggrek bisa mendapatkannya dengan mudah. Tetapi harganya masih tetap melambung, bahkan untuk anggrek-anggrek tertentu nilai ekonominya masih sangat tinggi. Sayangnya, yang mereka jual bukan tanaman hias hasil budidaya, tetapi mengambil dari alam.


Dengan melambungnya nilai ekonomi dari anggrek-anggrek yang diperdagangkan tersebut, hal ini memberikan suatu persepsi yang lain, seakan-akan ingin memberitahukan kepada kita bahwa hasil hutan selain kayu masih banyak yang diabaikan dan tidak diperhitungkan dalam perencanaan kebijakan yang masih memandang hutan hanya dari kayunya saja, padahal kayu dari hutan tidak lebih menyumbang hanya 5 persen dari nilai hutan seluruhnya.

Pengambilan anggrek hutan Meratus dalam skala besar terjadi tahun 1980 kata seorang peneliti dari Eropa di Gunung Halao-halao. Sekarang, koleksi anggrek Meratus yang terlengkap ternyata ada di Botanical Garden di London, Inggris. Daerah ini memang menjadi incaran karena sangat kaya dengan anggrek. Bahkan, ekspedisi Meratus yang dilakukan YCHI tahun 2005 saja menemukan lebih dari 100 jenis anggrek hutan.

Beberapa jenis anggrek yang diperdagangkan bukan hanya anggrek meratus saja tetapi juga dari berbagai anggrek hutan lain di Indonesia merupakan jenis yang dilindungi. Jenis anggrek tebu/macan (Grammatophyllum speciosum) dan anggrek hitam (Coelogyne pandurata) misalnya, merupakan anggrek langka yang dilindungi oleh peraturan pemerintah. 

Padahal, jenis-jenis anggrek tersebut diperdagangkan dengan cara seadanya, seperti anggrek hitam yang dipotong menjadi perbatang tanpa perlakuan untuk mempermudah penjualan, hal ini sangat berpotensi membuat anggrek tersebut menjadi mati. 

Oleh karena itu, pembinaan terhadap para pedagang anggrek maupun masyarakat pengambil anggrek di hutan perlu dipikirkan oleh pemerintah, sehingga mereka yang berbisnis anggrek hutan tersebut dapat memperlakukan anggrek-anggrek tersebut sesuai dengan potensi tumbuh dan berkembangnya agar tidak mudah mati. (dari berbagai sumber/foto:istimewa)
info ini kami sarikan dari : http://www.rudydewanto.com/



read more

ANGGREK TEBU YANG LANGKA BERBUNGA DI YOGYA


Anggrek terbesar dan terberat di dunia, Grammatophyllum Speciosum yang biasa disebut juga sebagai anggrek tebu, ditemukan tengah mekar di kebun pekarangan tanaman hias milik salah satu perusahaan agribisnis di Jogjakarta yang berada di jalan kaliurang km 16,3.

Tanaman anggrek tebu tersebar secara alami mulai dari Myanmar, Thailand, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, hingga New Guinea. Di Indonesia anggrek tebu tersebar mulai dari pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Namun, saat ini tanaman anggrek tebu sudah sangat langka di Indonesia. Kelangkaan dari anggrek tebu, saat ini menjadikanya sebagai salah satu tanaman yang dilindungi di Indonesia.

Menurut Edi Wantoro, salah satu staff riset PT indmira, anggrek tebu merupakan salah satu jenis species anggrek yang sudah sangat langka, dimana saat ini hanya dapat ditemukan di dua tempat, yakni di Kebun Raya Bogor dan di PT Indmira ini. 
Bunga anggrek tebu merupakan jenis bunga anggrek terbesar dan paling berat diantara jenis-jenis bunga anggrek lainnya.

Ciri utama anggrek tebu adalah ukurannya yang besar. Malai dapat tumbuh mencapai ketinggian 2,5 – 3 meter dengan diameter sekitar 1,5-2 cm. Dalam setiap malai bisa memiliki puluhan, bahkan mencapai seratus kuntum bunga yang masih-masing bunga berdiameter sekitar 10 cm. Sosok batangnya ini memang mirip dengan tebu, lantaran itu kemudian anggrek ini terkenal sebagai anggrek tebu. Dalam satu rumpun dewasa, anggrek tebu dapat mencapai berat lebih dari 1 ton. Itulah sebabnya tanaman ini layak menyandang predikat sebagai anggrek terbesar dan terberat atau anggrek raksasa.

Bunga anggrek tebu (Grammatophyllum speciosum) berwarna kuning dengan bintik-bintik berwarna coklat, merah atau merah kehitam-hitaman. Bunga anggrek tebu tahan lama dan tidak mudah layu. Meskipun telah dipotong dari batangnya bunga raksasa yang super besar dan berat ini mampu bertahan 2 bulan.

Edi Wartono yang juga merawat anggrek hutan ini mengatakan bahwa, anggrek tebu membutuhkan waktu satu tahun mulai dari proses mengeluarkan tangkai bunga sampai buahnya masak. Anggrek tebu biasanya berkembang biak di sela-sela pohon besar, namun karena ketiadaan pohon besar, anggrek tebu tersebut ditanam ke dalam pot berukuran besar.

Selain memiliki anggrek tebu sebagai salah satu koleksi species anggrek langka, PT Indmira juga banyak memiliki koleksi anggrek langka lainnya dan juga berbagai macam tanaman hias. Lokasi PT Indmira berada di jalan raya menuju kawasan wisata Kaliurang Jogjakarta. Sehingga, bagi wisatawan yang penasaran ingin melihat anggrek raksasa ini bisa mampir ke PT Indmira ketika sedang berwisata ke kawasan Kaliurang.
Penulis:Charisma Rahma-Liputan6.com

read more
 
Copyright © tanaman hias | Powered by Blogger | Template by Blog Go Blog